Sabtu, 07 Mei 2011

Peluang Usaha : Tas Denim

Tas denim lokal, tasnya awet omzetnya meroket

Sebagai produk khas anak muda, bisnis tas denim semakin kuat dengan sentuhan
motif lokal khas Indonesia. Satu produsen bisa mengantongi omzet antara Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per bulan dari tas dengan harga maksimal Rp
100.000. Permintaan tas denim bermotif lokal produksi dalam negeri ini naik rata-rata 20% setiap tahun.

Denim alias jins telah menjadi bagian gaya hidup masyarakat saat ini. Saking
digemari sebagai produk celana jins, banyak orang yang menciptakan berbagai
produk berbahan baku denim yang ternyata juga banyak disukai penggemarnya.

Tas denim digemari karena dinilai cocok pada gaya hidup sehari-hari. Selain
karena bahannya yang kuat dan warna yang tak mudah luntur, denim dinilai
mewakili ciri khas anak muda.

Meski produk tas denim begitu banyak di pasaran, hanya sedikit yang
menonjolkan motif etnik Indonesia pada desain tas. Eka Riani, pemilik Gurita
Indonesia memilih produksi tas denim motif etnik. "Budaya Indonesia begitu
luas sehingga tidak akan ada habisnya untuk digali," jelas wanita berusia 36
tahun ini. Alhasil, berbagai model tas denim bermotif khas Indonesia seperti
ondel-ondel, wayang, dan gadis penari Bali tercipta dari tangan Eka.

Sejak mematenkan nama Gurita Indonesia tahun 2010, Eka mengaku prospek
bisnis tas denimnya masih cerah. Produk tas denimnya makin diminati konsumen
dan laris manis saat ia mengadakan pameran. "Keunikan produk kami yang
mengangkat tema-tema Indonesia yang banyak dilirik pembeli," tutur sarjana
biologi ITB ini.

Selain menonjolkan motif pada tas denim, Eka juga menjaga kualitas bahan
denim yang dipakainya. "Kami menggunakan bahan kain yang kaku agar motif
yang kami buat terlihat lebih jelas," imbuh Eka.

Ia menggunakan satu warna denim, yakni biru dongker. "Kami pernah
menggunakan warna cokelat dan hitam tapi ternyata responnya kurang bagus,"
kata Eka.

Selain motif etnik, Eka pun menggunakan motif umum seperti daun, nada, dan
berbagai motif binatang. Total jumlah motif tas denim Eka saat ini telah
mencapai 20 jenis.

Di hari-hari biasa, Eka mampu memproduksi hingga 20 buah tas per hari dengan
bermacam-macam motif. Namun, ketika menjelang pameran, Eka yang pernah
mengikuti pameran di Malaysia mampu memproduksi 800 tas dalam waktu dua
bulan. Ia membanderol tasnya mulai dari Rp 60.000 sampai Rp 80.000 per unit.
Saat mengikuti pameran Inacraft pada pekan lalu, Eka mengantongi omzet Rp 30
juta dalam lima hari dari penjualan 400 tas.

Pemain lainnya adalah Mary Sulistyowati pemilik Denim Nusantara. Wanita asal
Bandung ini sudah menekuni usaha pembuatan tas denim sejak tiga tahun lalu.
Awalnya ia membeli dari rekannya yang menjual tas denim di Jakarta. Karena
sejak kecil memang hobi mendesain, Mary pun mencoba untuk membuat sendiri.
Ternyata produknya disukai oleh rekan-rekannya.

Wanita 31 tahun ini lebih menyukai desain wayang dan alat-alat kesenian khas
Sunda. "Selain lebih kental nuansa lokalnya juga karena memang para
langganan menyukainya," ujarnya. Produk tas Mary lebih dominan warna terang.

Meski kental dengan nuansa lokal, desain tasnya sendiri tetap mengikuti
perkembangan zaman. Apalagi menurut Mary, sekitar 70% konsumennya berusia 19
tahun hingga 30 tahun.

Dengan memasang harga Rp 50.000 sampai Rp 100.000, Mary mampu menjual 200
hingga 300 tas per bulan. Saat ini memang penjualannya baru di sekitar
kawasan Bandung dan Jabodetabek. Namun, ia berencana memperluas pasarnya di
akhir tahun ini agar mencapai Sumatra. Ia juga sudah menambah karyawan yang
awalnya tiga orang menjadi lima orang untuk mendukung rencana perluasan
pasar.

Ia juga menyebutkan bahwa tren tas denim dengan produk lokal mengalami
peningkatan yang cukup signifikan. "Orang saat ini tidak malu lagi membeli
produk lokal," ujarnya. Permintaan tas Mary naik sekitar 20% per tahun.

http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1304488444/66521/Tas-denim-lokal-tasnya-awet-omzetnya-meroket


Salam,
Sudarsono/Simbah
081514115168
www.facebook.com/darsonosimbah
www.twitter.com/Darsono_Simbah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...