Rabu, 31 Desember 2014

Daud Diangkat Jadi Kholifah Di Bumi Karena Dekat Dengan Alloh

Hal ini dijelaskan dalam Al Qur-an Surah Shod ayat 21-26 yang
terjemahannya sebagai berikut:

Dan apakah telah sampai kepadamu berita orang-orang yang berselisih,
ketika mereka memanjat dinding mihrab?

ketika mereka masuk menemui Daud, lalu dia (Daud) terkejut karena
(kedatangan) mereka,

Mereka berkata, "Jangan takut. Kami (berdua) sedang berselisih,
sebagian dari kami berbuat zalim kepada yang lain, maka berilah
keputusan di antara kami dengan adil, dan janganlah menyimpang dari
kebenaran, serta tunjukilah kami ke jalan yang lurus.

Sesungguhnya ini saudaraku, ia mempunyai sembilan puluh sembilan ekor
kambing betina, dan aku mempunyai satu ekor saja.

Lalu dia berkata, "Serahkanlah (kambingmu) itu kepadaku!" Dan dia
mengalahkanku dalam perdebat.

Daud berkata, "Sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan
meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya.

Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim
kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan
kebajikan; dan hanya sedikitlah mereka yang begitu."

Dan Daud menduga bahwa Kami mengujinya. Maka dia (Daud) memohon
ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat.

Lalu Kami mengampuninya (Daud). Dan sungguh, dia (Daud) mempunyai
kedudukan yang benar-benar dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang
baik.

"Wahai Daud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan kholifah (penguasa) di
bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil,
dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan
engkau dari jalan Alloh. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan
Alloh akan mendapat azab yang berat, karena melupakan hari
perhitungan."

(QS 38 Surat Shod ayat 21-26)

Ada beberapa point penting yang dapat diambil sebagai berikut:

1. Daud selalu mendekatkan diri kepada Alloh, itu ditunjukkan bahwa
Daud sering berada di dalam mihrab.

2. Daud diuji Alloh untuk memutuskan perkara. Daud mampu memutuskan
perkara dengan adil.

3. Banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim
kepada yang lain. Masing-masing kelompok mengutamakan kepentingan
kelompoknya, sehinnga ada kecenderungan menzalimi pihak lain.

4. Adalah tugas pemerintah untuk memutuskan perkara dengan adil
terhadap perkara yang terjadi antara satu orang atau kelompok dengan
orang atau kelompok lainnya.

5. Dalam memutuskan perkara, tidak boleh mengikuti hawa nafsu, karena
bila mengikuti hawa nafsu akan menghasilkan keputusan yang salah,
keputusan yang tidak adil. Kesalahan ini akan menyebabkan ada pihak
yang dizalimi secara syah menurut putusan. Jika terjadi demikian, maka
pihak yang memutuskan ikut menanggung azab atas tindakan zalim
tersebut.

Sudarsono Martoyo.

Lihat Juga:
1. http://akubelajarmengerti.blogspot.in/2014/12/s038a021-024-apakah-telah-sampai.html

2. http://akubelajarmengerti.blogspot.in/2014/12/s038a025-026-wahai-daud-sesungguhnya.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...