Senin, 29 Desember 2014

Menanti Istana Presiden Di Papua Dalam Damai

Ada wacana membangun Istana Presiden di Papua. Wacana ini mendapat
berbagai respon dari berbagai pihak.

Alasan. Adanya konflik kekerasan yang berkepanjangan di Papua,
memunculkan ide untuk membangun Istana Presiden di Papua. Mereka yang
mendukung adanya Istana Presiden di Papua berpendapat bahwa, petama,
komunikasi antara Presiden dengan Papua, baik dengan aparat pemerintah
maupun dengan masyarakat Papua akan bisa lebih intens, sehingga
permasalahan yang muncul bisa cepat ditangani.

Kedua, Istana Presiden di Papua bisa menumbuhkan adanya rasa bangga
masyarakat Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Hal ini akan lebih memperkuat rasa kebangsaan orang Papua
sebagai Bangsa Indonesia.

Namun demikian, ada juga pihak yang menyangsikan bahwa adanya Istana
Presiden di Papua dapat menyelesaikan konflik di Papua. Pihak yang
menyangsikan tersebut mengemukakan alasan, bahwa kelompok yang
menginginkan adanya Papua merdeka, yang terlepas dari NKRI merupakan
persoalan ideologi. Mereka yang mempunyai ideologi untuk melepaskan
diri dari Indonesia, sudah membentuk organisasi yang bersifat
propaganda, dan juga mempunyai sayap militer yang beroperasi dengan
cara mengganggu keamanan di Papua. Persoalan ideologi ini tidak akan
dapat diselesaikan hanya dengan melakukan percepatan pembangunan di
Papua, termasuk membangun Istana Presiden sekalipun. Persoalan ini
hanya dapat diselesaikan dengan cara dialog.

Meskipun demikian, secara pribadi, saya percaya kepada Presiden Joko
(Jokowi) Widodo, apapun yang dilakukan nanti, apakah akan segera
membangun Istana Presiden di Papua, atau menunda untuk sementara
waktu.

Dilihat dari rangkaian kunjungan Presiden di Papua, tanggal 27 - 29
Desember 2014, tampak bahwa Presiden telah mencoba membangun
komunikasi yang baik dengan masyarakat Papua, baik di Sentani,
Jayapura maupun Wamena. Bahkan beliau berjanji akan lebih sering
datang ke Papua, agar lebih banyak tahu tentang permasalahan di Papua,
sehingga bisa lebih cepat diselesaikan.

Semoga ke depan, Papua lebih sejahtera dan damai, dalam bingkai Negara
Kesatuan Republik Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...