Tampilkan postingan dengan label Pitutur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pitutur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 April 2011

Ngelmu kang nyata, karya reseping ati

Ngelmu kang nyata, karya reseping ati

(Ilmu sejati akan meresap serta membuat hati tenteram)

Pitutur, wewarah. Ada banyak hal yang ditawarkan saat ini, yang orang begitu mudah untuk mendapatkannya, karena tersebar di manapun. Informasi selalu akan masuk kepada kita walaupun dengan tidak sengaja, melalui berbagai media yang ada. Iklan-iklan yang menawarkan suatu ilmu, nasehat, wejangan dan semacamnya begitu banyak dan dikemas begitu rupa seolah-olah, sehingga seolah-olah sanagat bagus dan berguna bagi kita, padahal kalau kita teliti lebih dalam sebenarnya tidak berguna, bahkan cenderung membuat kita rugi. Pitutur atau wearah atau nasehat di atas, setidaknya dapat digunakan untuk menimbang, menilai, menakar dan mengukur.

"Ngelmu" artinya ilmu. Ilmu merupakan sesuatu yang tidak tampak, tetapi berpengaruh. Ilmu akan menghubungkan manusia dengan sesuatu baik di dalam dirinya sendiri maupun yang di luar dirinya. Ilmu akan memberikan cahaya penerang kepada manusia, meskipun cahaya itu sepertinya tidak tampak oleh orang lain. Orang yang memiliki ilmu tentang suatu hal, dia akan bisa melihat, mengerti dan memahaminya, baik mulai dari hakekatnya, kedudukannya, cara memperlakukannya, kegunaannya, bahayanya jika salah penggunaan, dan lain-lain.

"Nyata" artinya ada, benar-benar ada, terbukti, dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Atau saya ambil satu kata yaitu "sejati".

"Ngelmu kang nyata" - Imu sejati, adalah ilmu yang benar, dapat dibuktikan, teruji dan dapat dipertanggung jawabkan kebenaran dan manfaatnya. Ilmu sejati mempunyai landasan yang benar dan kuat, tidak terpengaruh oleh perkembangan jaman. Karena itu ilmu sejati akan meresap di dalam hati, karena sejalan dengan roh suci yang ada dalam diri manusia yang selalu berkomunikasi dengan Allah, Sang Pencipta.

Selanjutnya Ilmu Sejati akan membuat hati menjadi tenteram. Hati merasa bahwa apa yang ia putuskan berdasarkan ilmu sejati itu dapat dipertanggung jawabkan baik kepada dirinya sendiri, kepada manusia serta kepada Allah Sang Pencipta. Tidak ada keragu-raguan dalam mengambil keputusan dan dalam bertindak, karena ia lakukan berdasarkan ilmu yang dapat dipertanggung jawabkan. Karena itu hatinya selalu tenang dan tenteram.

Salam,
Sudarsono/Simbah
081514115168
www.facebook.com/darsonosimbah
www.twitter.com/Darsono_Simbah

Selasa, 22 Maret 2011

Pitutur

Inilah petikan dari Serat Wedhatama :

Mangkono kang aran laku
Lakune ngelmu sejati
Tan dahwen pati openan
Tan panasten nora jail
Tan njurungi ing kahardyan
Amung eneng mamrih ening

Terjemahan :
Begini lah yang namany orang berilmu
Perilakunya dilandasi oleh ilmunya, yaitu:
Tidak melempar tanggung jawab, tidak suka mengambil hak orang lain
Tidak mudah panas hatinya (sakit hati), tidak usil
Tidak mengikuti hawa nafsunya,

Tetapi orangnya selalu tenang dalam menghadapi semua permasalahan

(maaf, barangkali salah menerjemahkan)

Salam

Darsono/Simbah

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...