Tampilkan postingan dengan label Paribasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paribasan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Februari 2011

Njanur Gunung

Sudah lama aku tak bertandang ke rumah paman. Suatu ketika ingin rasanya menyambangi rumah pamanku itu. Maka aku meluangkan waktu untuk datang ke sana.

Melihat kedatanganku, pamanku langsung menyambut dengan gembira sambil berucap ''Lho, Darsono, to. Kok njanur gunung tenan, iki''

Janur itu adalah daun kelapa yang masih muda. Kalau ''janur gunung'' itu adalah janur dari pohon aren. Kata-kata ''Njanur Gunung'', itu maksudnya ''Kadingaren'', artinya hampir sama dengan ''tidak biasanya''. Kadang-kadang orang bilang ''tumben''.

Kebo Nyusu Gudel

Lumrahnya anak belajar dari orang tuanya. Ketika masih bayi, ia mendengarkan suara orang-orang di sekitarnya, tentulah biasanya orang tuanya atau pengasuhnya. Sejalan dengan bertambahnya usia, ia mulai menirukan sesuai kemampuannya.

Setelah menjadi anak kecil, ia mulai belajar sesuatu, dengan mencoba atau menirukan apa yang dilakukan orang lain. Ketika ada yang ia kurang mengerti, lalu bertanya kepada orang yang lebih tua. Itu sesuatu yang umum terjadi. Ibaratnya ''Gudel nyusu kebo'', yaitu anak kerbau menyusu induknya.

Namun ada kalanya tidak tertutp kemungkinan orang tua malah belum mengerti tentang suatu hal, sedangkan yang muda sudah tahu duluan. Kemudian orang tua itu minta diterangkan tentang sesuatu yang belum ia pahami itu, misalnya kepada anaknya. Nah, dalam hal ini orang Jawa biasa mengatakan ''Kebo nyusu gudel''.

Kebenaran dan ilmu bisa datang dari mana saja, termasuk dari orang yang lebih muda. Karena itu tidak perlu gengsi untuk menanyakan sesuatu yang belum dimengerti kepada orang yang dipercaya dapat menjelaskan, meskipun kepada orang yang lebih muda. Biralah orang mengatakan ''Kebo nyusu gudel'', dari pada tetap tidak mengerti.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...