Tampilkan postingan dengan label Berbual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berbual. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 April 2012

Berbual - Berita Salah Topik

Suatu malam di suatu kampung ada penggerebegan sebuah rumah karena diduga dijadikan tempat pesta narkoba. Yang melakukan penggerebegan bukan orang dari kampung itu, tetapi petugas dari pemerintah pusat.

Agar kegiatan penggerebegan dapat berhasil menangkap pelaku dan bisa mendapatkan barang bukti, maka pelaksanaannya terpaksa dilakukan dini hari, saat mereka yang berada di rumah yang menjadi target lengah karena asyik berpesta narkoba.

Alkisah, penggerebegan berhasil. Berhasil ditangkap beberapa orang yang sedang berpesta narkoba berikut barang buktinya. Namaun pada saat penggerebegan ada seorang petugas dari pusat yang kakinya keseleo, lalu dia terjatun sesaat setelah memasuki rumah itu.

Nah, pada saat ia terjatuh karena keseleo, ia berusaha mencari sesuatu yang dapat digunakan untuk berpegang. Sialnya, ternyata tangannya mengenai badan orang yang berada di rumah itu.

Lalu berkembanglah cerita, bahwa petugas yang menggerebeg telah melakukan pemukulan. Dan berita ini berkembang sangat cepat dan menjadi berita yang laris. Sementara fakta bahwa di rumah tersebut berhasil ditangkap beberapa orang yang melakukan pesta narkoba berikut barang buktinya, justru tenggelam.

Luar biasa.
Berita yang benar-benar salah topik.

Jumat, 16 Maret 2012

Berbual - Jokowi Jangan Pergi

Nama Jokowi melekat erat dengan Esemka, mobil yang digadang-gadang bisa menjadi mobil Nasional. Sejalan dengan melambungnya nama mobil Esemka, nama Jokowi juga menjadi semakin tenar.

Mobil Esemka sampai hari ini masih belum lolos uji tipe, yaitu pada mata uji emisi dan lampu utama. Hal ini menyebabkan Esemka harus kembali disempurnakan, agar nantinya dapat diajukan uji ulang.

Terkait dengan hasil uji emisi bulan lalu, banyak hal yang harus di tangani dengan serius, baik masalah pokok, maupun masalah lainnya. Masalah pokok adalah penyempurnaan agar dapat lulus uji emisi. Masalah lain jauh lebih banya dari itu, yaitu masalah personel dan manajemen.

Sementara itu berkembang rumor tentang kemungkinan Jokowi pergi dari Solo ke Jakarta. Andaikan sejarah menyatakan bahwa Jokowi menjadi Gubernur DKI, maka ada kemungkinan laju perkembangan mobil Esemka melambat, bahkan mati dan hilang dari peredaran. Ini bukan mengecilkan peran Mendikbud, tapi kenyataan di lapangan, bahwa Jokowi lah yang selama ini memberikan api semangat bagi mobil Esemka.

Tunggulah mobil Esemka menjadi Mobil Nasional, satu, dua atau tiga tahun lagi. Atau lebih lama juga tidak apa-apa. Dengan demikian, meskipun jabatannya "hanya" Walikota, tetapi telah memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi bangsa ini.

Semangat Esemka harus terus dijaga, dipertahankan, dikembangkan dan disebarluaskan.

Apalah artinya jabatan Gubernur DKI, jika nantinya Esemka terlantar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...